Latihan Telepati

Latihan Telepati.

Dalam sebuah kesempatan saya baru mengenal adanya istilah telepati. Kita berdoa dengan konsentrasi penuh meminta kepada Tuhan, yang ditujukan kepada seseorang yang kita sampaikan maksudnya. Kadang tidak masuk akal akan segera terwujud. Istilah lain adalah kekuatan pikiran. Atau sebut saja DOA. Pada sebuah Buku  The Secret, yang perlu anda lakukan adalah meminta dan pasti akan dijawab dan dikabulkan oleh Tuhan. Ternyata dalam Alquran juga ada. Hal tersebut sama seperti salah satu Firman Allah SWT di Al-Ghaafir:60

(ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ )
Artinya: (Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Al Ghaafir:60).

Yuk, berlatih telepati….

Yuk, Kembali ke Makanan Lokal

beberapa waktu sebelum puasa saya menyempatkan diri untuk santap siang di sebuah waralab. ketika sedang menikmati santap siang saya dan rekan bener-bener kaget. manajer restoran menghampiri dan mengatakan.

“kita ada menu baru istimewa. namanya ini, dan bahan ini dan ini kita impor langsung dari negara ini”, Ucapnya, memotong makan siang kami.

he he kok kaget. Pertama, kita sedang makan dan telah memesan menu, bukan ditawari sebelum memesan menu. Yang kedua, cuma untuk bahan makanan tersebut aja kok impor. Bukankah saat ini tren makanan kembali kepada selera lokal. ngapain impor. untuk siapa? apa hebatnya kalo impor?

he he ternyata sang manajer resto bahwa masyarakat kita suka pada yang berbau-bau impor, tapi akhirnya kecele ketemu dengan customer seperti kami.

Ayo, kembali ke makanan lokal dan merdeka pangan

Mau masuk tol macet, mau keluar tol juga macet

memang lebih baik naik kereta, dan seandainya semua wilayah bisa dengan kereta, maka perjalanan akan semakin cepat, mudah dan juga murah. sore-sore begini, coba Anda lihat, daerah pinggiran sedang macet-macetnya, baik yang akan masuk tol maupun yang keluar. Ada kalanya untuk menuju satu tempat belanja, rekreasi, resepsi, maupun warung makan membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Kira-kira Anda punya solusi utk mengisi liburan tanpa macet?

Mengapa Saya Menulis?

judulnya sangat menarik, siapapun pasti ingin tahu dengan kata-kata Mengapa? ha ha, saya benar-benar pusing untuk memikirkannya.

  • Zaman sekarang banyak yang suka dengan sebutan Presiden: misalkan Presiden Direktur, Presiden Partai dll
  • Untuk menulis selanjutnya saya benar-benar butuh waktu untuk memikirkannya.
  • end he he he

I am One in Million

Apa kabar? lama sekali rasanya sampai akhirnya menjelang akhir Tahun 2011 ini saya memutuskan untuk memiliki domain sendiri. Tidak banyak yang bisa saya bawa dari dalam pikiran terus dibawa ke dalam bentuk tulisan. Mudah-mudahan Anda bersabar untuk membaca tulisan saya berikutnya. Thx.